Sabtu, 12 November 2011

Pengenalan Anggota TRC

Profile Anggota
1. Muhamad Indra Kusmana
Seorang pembalap yang cukup handal. Dia adalah orang yang sangat menyukai mobil bertipe 4WD, terutama mobil Nissan Skyline (R34). Tapi jalannya kini telah berubah, yang dulunya gaya membalapnya adalah super grip, yaitu benar-benar mengandalkan grip mobil dan settingan yang digunakan pun sangat keras, sehingga membuat mobil yang disettingnya sulit belok tapi dalam keadaan lurus sangat stabil dan cepat. Kini dia berganti menjadi seorang pembalap Drift, alasan utamanya karena Drift itu lebih menantang dan lebih "mudah" untuk menikung dibandingkan settingan dia sebelumnya, alhasil memang kini settingannya lebih baik dari sebelumnya, hanya saja tetap ada kekurangan, bahkan cukup fatal, yaitu ban yang sangat cepat aus. Tapi tetap, bagaimana pun kekurangannya, dia lebih memilih untuk memakai style Drift. Tapi anehnya dari pembalap satu ini, dia selalu lupa bahwa di mobilnya terdapat sebuah N2O, sehingga di setiap balapan dia hampir tidak pernah menggunakan N2O, mungkin karena terlalu memperhatikan dengan serius cara melajunya agar dia tidak kehilangan kestabilan. Meskipun gaya yang dia gunakan adalah Drift, tapi tetap saja dia mengaplikasikannya ke mobil 4WD karena memang lebih stabil, tapi bukan berarti mobil berdrivetrain lain tidak pernah dia coba untuk Drift.
2. Dian Gunawan
Seorang pembalap yang bisa dibilang memiliki gaya balap yang unik. Mobil kesukaannya adalah Mitsubishi Eclipse, dia bahkan membuat settingan yang bisa dibilang sangat baik untuk mobilnya itu, menikung dengan sangat cepat dan lurus pun masih cepat. Sebenarnya bila dilihat baik-baik, cara menyetirnya itu hampir ke Drift tapi belum mencapai Drift sehingga dia hanya memanfaatkan sedikit teknik Drift untuk berbelok tapi dalam keadaan Grip yang masih baik. Tidak jarang baginya untuk menggunakan N2O yang menempel pada di setiap mobilnya, tapi memang dia menggunakan N2O apabila diperlukan saja. Karena keunikan style balapnya itu dia bisa menjadi pembalap yang cukup handal.
3. Nugraha Budiman
Seorang pembalap yang tidak pernah lupa dengan N2O di mobilnya. Pembalap yang satu ini benar-benar mengandalkan Grip mobilnya, tapi settingannya tidak "keras" seperti settingan Grip Indra. Dia memang tidak pernah lupa untuk menggunakan N2O, hampir disetiap trek lurus dia selalu mendorong mobilnya dengan N2O, alhasil memang kecepatan mobilnya selalu cepat di tempat lurus, tapi memang dibelokan agak sedikit berkurang, tapi tetap saja dia adalah pembalap yang hebat. Dia menyukai mobil Mitsubishi Lancer Evolution, dengan settingan Gripnya itu dia membuat Lancer Evo terlihat garang disetiap lurusan. Tapi bukan berarti dia tidak pernah memakai mobil lain.

Friendship of TRC's Member
1. Indra & Nugraha
Kedua pembalap ini sebenarnya rival, mereka selalu bersaing untuk menjadi yang terbaik. Tapi meski begitu mereka tetap menjadi teman yang akrab, mereka berbagi settingan satu sama lain. Game Racing yang mereka mainkan bukan hanya Gran Turismo saja, tapi mereka juga bertanding di Moto GP. Untuk Gran Turismo memang Indra lebih unggul, tapi di Moto GP Nugraha lah yang lebih unggul. Suatu hari Indra mengajak Nugraha untuk bertanding karena kini Indra sudah memakai settingan Drift. Karena Indra yang menantang, jelas saja Indra yang memilihkan mobil, Indra memilih mobil Nissan Skyline (R34) dan tidak tanggung-tanggung dia memilih Suzuka Circuit untuk trek balapnya. Indra melakukan putaran paling pertama dan mencatatkan waktu dan tugas Nugraha adalah untuk mengalahkan waktu itu. Butuh beberapa putaran untuk Nugraha hingga dia bisa mengalahkan waktu Indra. Tentu saja Indra mengambil alih lagi trek dan mengambil putaran dengan sedikit memperbaharui settingannya. Beberapa putaran dia lewati untuk akhirnya bisa membuat waktu yang lebih baik lagi dan membuat Nugraha untuk mengejarnya lagi. Hingga setelah beberapa kali seperti itu, Nugraha berhasil membuat waktu yang sangat baik dan bagi Indra pun cukup sulit untuk mengejarnya, tapi Indra jelas tak mau kalah begitu saja. Indra kembali mengambil putaran dan untuk beberapa putaran akhirnya Indra berhasil mencatat waktu terbaik dan tak bisa lagi disusul oleh Nugraha yang memang sepertinya Nugraha sudah cukup kelelahan seperti Indra. Anehnya, Nugraha selalu memakai N2Onya hingga N2Onya selalu hampir habis, tapi Indra tetap penuh N2Onya karena memang dia lupa untuk memakai N2O.
2. Indra & Dian
Kedua pembalap ini memang selain Rival, mereka juga sangat antusias untuk menemukan settingan terbaik. Mereka sering kali mengadakan pertemuan untuk menyatukan kedua settingan mereka agar menjadi settingan yang tak terkalahkan. Beberapa hari setelah Indra dan Nugraha bertanding, Indra memanggil Dian untuk datang dan mencoba bertanding beberapa putaran, Dian menyetujui. Catatan waktu sebelumnya memang masih ada, dan settingan Nugraha pun masih ada di settingan nomor dua, dan Indra di nomor satu, Indra mempersilahkan Dian untuk menyetting Skyline miliknya di settingan nomor tiga. Indra memilih trek yang sama yaitu Suzuka Circuit, selain karena Suzuka merupakan trek favorite Indra, Suzuka Circuit juga memiliki tikungan yang mencakup semua jenis tikungan. Karena memang catatan waktu sebelumnya masih ada, Indra menyuruh Dian untuk mencoba mengalahkan catatan waktu tersebut. Indra pun mengambil beberapa putaran untuk mengalahkan catatan waktu sebelumnya itu dan anehnya dia lupa untuk memakai N2O lagi. Hingga pada akhirnya mereka berdua tidak bisa mengalahkan catatan waktu terbaik itu, tapi berhasil mengusir catatan waktu yang lama. Karena memang hari yang sudah hampir gelap, Dian memutuskan untuk pulang dan Indra meneruskan untuk mencoba membuat settingan gabungan dari ketiga settingan yang ada, Drift ala Indra, Grip ala Nugraha dan Unique ala Dian. Setelah berjam-jam dan berkali-kali melakukan percobaan, akhirnya Indra berhasil membuat settingan yang benar-benar hebat, kecepata Skyline sepertinya sudah mencapai maksimal, dan hebatnya, waktu tercepat sebelumnya, bisa dikalahkan dengan selisih hampir mencapai sepuluh detik bila tidak salah ingat. Itu pun tidak memakai N2O karena memang Indra selalu lupa untuk memakai N2O bila hanya melakukan balapan Time Trial, tapi bila di depannya ada mobil lawan, tidak segan-segan untuknya memakai N2O. Dengan settingannya itu, Indra mencoba menerapkannya ke semua mobil, tapi karena waktu bermain, Indra menjadi agak bosan untuk bermain dan meninggalkan untuk beberapa saat. Kini PS2 milik Indra rusak, dan settingan luar biasa itu tertidur di Memory Card yang hingga kini masih belum dibangunkan. Sayangnya Indra tidak bisa mengingat settingan hebat itu seperti apa, karena memang dia menyetting itu sekali saja dan secara langsung, jadi wajar dia lupa.

NB: Ini Racing Club untuk game Gran Turismo, jadi bukan dunia nyata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar